Berita Utama
Dilihat 254x
SMK Gyokai Indonesia Kompeten. SMK yang Gratis Berbasis Industri di Cisoka Menarik Perhatian DPRD Provinsi Banten
Di tengah masih tingginya perhatian publik terhadap persoalan pengangguran, keterbatasan akses pendidikan, serta angka putus sekolah, kehadiran sekolah kejuruan gratis berbasis industri di Cisoka menjadi angin segar bagi dunia pendidikan vokasi. LPK & SMK Gyokai Indonesia Kompeten dinilai mampu menghadirkan model pendidikan yang tidak hanya membuka akses belajar bagi masyarakat, tetapi juga menyiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Hal tersebut terlihat saat Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten melakukan kunjungan kerja ke LPK & SMK Gyokai Indonesia Kompeten pada Kamis, 30 April 2026. Kunjungan yang semula merupakan agenda koordinasi rutin terkait pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kerja itu justru meninggalkan kesan mendalam bagi rombongan dewan. Pasalnya, sekolah tersebut dinilai memiliki konsep pendidikan yang berbeda, terarah, dan berpotensi menjadi contoh bagi pengembangan pendidikan kejuruan di daerah.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD Provinsi Banten meninjau langsung aktivitas pendidikan, fasilitas pembelajaran, serta pola pelatihan yang diterapkan oleh sekolah. Mereka juga melihat bagaimana peserta didik dibekali keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Model pendidikan seperti ini dianggap penting, terutama di tengah kebutuhan daerah untuk mencetak lulusan yang siap kerja, berdaya saing, dan memiliki kompetensi nyata.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Ahmad Imron, menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan sekolah tersebut. Menurutnya, Banten memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan vokasi, dan LPK & SMK Gyokai Indonesia Kompeten menjadi salah satu contoh nyata bahwa daerah mampu menghadirkan lembaga pendidikan berkualitas.
Ia menilai, keberadaan sekolah tersebut belum banyak diketahui masyarakat luas, padahal konsep yang diterapkan memiliki nilai strategis bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banten. Oleh karena itu, kehadiran DPRD Provinsi Banten dalam kunjungan tersebut bukan hanya sebatas agenda kerja, melainkan juga sebagai bentuk dukungan terhadap lembaga pendidikan yang telah berkontribusi dalam menyiapkan tenaga kerja terampil.
“Dari sekian banyak kunjungan kerja kami ke beberapa daerah, ternyata Banten tidak kalah hebat. Belum banyak yang mengetahui keberadaan sekolah ini. Karena itu, kehadiran kami di sini tentu dalam rangka mendukung sekaligus memfasilitasi kegiatan yang ada di SMK GKY Kompeten Indonesia,” ujar Ahmad Imron seusai kunjungan kerja.
Ahmad Imron juga mengaku terharu melihat adanya sekolah kejuruan gratis yang tetap mampu menjaga kualitas pendidikan dan pelatihannya. Menurutnya, sekolah kejuruan berkualitas yang menerapkan biaya pendidikan tinggi mungkin sudah sering ditemui. Namun, sekolah yang mampu memberikan layanan pendidikan gratis dengan mutu yang baik merupakan hal yang luar biasa dan layak mendapat dukungan serius.
“Kalau ada SMK berkualitas tetapi berbayar, itu sudah biasa. Namun, hari ini kita melihat ada SMK gratis yang berkualitas, itu baru luar biasa. Tidak ada alasan bagi kami sebagai dewan untuk tidak mendukung dan memfasilitasi pendidikan sekelas SMK GKY seperti ini,” katanya.
Keberadaan LPK & SMK Gyokai Indonesia Kompeten diharapkan dapat menjadi salah satu solusi konkret dalam menjawab persoalan pengangguran dan keterbatasan akses pendidikan. Dengan pendekatan berbasis industri, sekolah ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran teori, tetapi juga menekankan penguasaan keterampilan, kedisiplinan, karakter kerja, serta kesiapan peserta didik untuk memasuki dunia kerja.
Melalui dukungan pemerintah daerah, DPRD, dunia industri, dan masyarakat, sekolah kejuruan berbasis industri seperti ini berpeluang menjadi model percontohan bagi pengembangan pendidikan vokasi di Banten. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, konsep pendidikan gratis berkualitas tersebut dapat menjadi jalan bagi lebih banyak anak muda untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik melalui keterampilan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.nggal 30 April 2026 DPRD Provinsi Banten Khususnya Komisi 5 telah melakukan kunjungan kerja ke Gyokai Indonesia Kompeten,